Mereka menyebut, seandainya tidak ada tindakan pencegahan, dua pertiga lapisan ozon akan hilang pada 2065.
"Bukti yang disajikan oleh penulis menunjukkan lapisan ozon di bagian stratosfer telah pulih pada tingkat 1 hingga 3 persen per dekade sejak 2000," kata Newman.
Peneliti mengatakan, langkah selanjutnya adalah memerangi pemanasan global dengan memberantas penggunaan bahan-bahan kimia yang dulu menggantikan chlorofluorocarbons (CFC). Penggunaan CFC dalam semprotan aerosol dan pendingin pendingin mulai menggerogoti ozon pada 1970-an.
Ilmuwan pertama kali melihat sebuah lubang besar di lapisan ozon pada 70-an, yang diakibatkan oleh bahan kimia buatan manusia dari kaleng semprot dan produk-produk lain yang disebuat CFC.
Namun pada 1987, negara-negara di seluruh dunia sepakat dalam Protokol Montreal untuk menghapuskan CFC dan melarang penggunaannya di seluruh dunia.
Pada kondisi terburuknya pada akhir 1990-an, sekitar 10 persen lapisan ozon bagian atas telah habis.