"Barat sekarang lebih kuat, lebih bersatu dari sebelumnya. Pertempuran ini juga tidak akan dimenangkan dalam beberapa hari atau bulan. Kita perlu menguatkan diri untuk peperangan panjang ke depan," tuturnya.
Namun pejabat Gedung Putih buru-buru mengonfirmasi, pernyataan Biden itu bukan berarti AS berharap ada perubahan rezim di Rusia. Pejabat itu juga menegaskan pernyataan Biden tidak mewakili perubahan kebijakan AS.
"Maksud Presiden adalah bahwa Putin tidak boleh lagi untuk menjalankan kekuasaan atas tetangga atau wilayahnya. Dia tidak membahas kekuasaan Putin di Rusia atau perubahan rezim," kata pejabat.
Sementara itu Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Biden tak berhak memutuskan siapa pemimpin Rusia.
"Biden tidak berhak memutuskan. Presiden Rusia dipilih oleh orang Rusia," kata Peskov.