Joe Biden Sebut Pasukan AS Akan Bantu Taiwan jika Diserang China, Taipei Girang

Anton Suhartono
Joe Biden menegaskan pasukan AS akan membela Taiwan jika wilayah itu diserang China (Foto: Reuters)

Pernyataan tersebut disebut melanggar kebijakan lama AS yang masih mengakui Taiwan sebagai bagian dari China atau dikenal dengan Satu China. AS sejak lama terjebak pada kebijakan ambigu soal Taiwan.

Di sisi lain, dalam wawancara itu Biden menegaskan kembali bahwa AS tetap berkomitmen pada kebijakan Satu-China, yakni mengakui Beijing secara resmi, bukan Taipei. Dia juga menggarisbawahi bahwa AS tidak mendorong Taiwan untuk merdeka.

"Kami tidak mendorong mereka untuk merdeka, itu keputusan mereka," katanya.

Setelah wawancara tersebut, seorang juru bicara Gedung Putih menegaskan kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah.

"Presiden telah mengatakan ini sebelumnya, termasuk di Tokyo awal tahun ini. Dia juga menjelaskan bahwa kebijakan Taiwan kami tidak berubah," kata dia, seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/9/2022).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Taiwan mengucapkan rasa senangnya dan terima kasih kepada Biden karena menegaskan kembali komitmen keamanan yang tegas pemerintah AS terhadap wilayahnya.

Menurut Kemlu, Taiwan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan sembari memperdalam kerja sama keamanan dengan AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Selangkah Lagi

57 tahun lalu

Iran Pertanyakan Kesepakatan Damai dengan AS usai Israel Serang Lebanon Lagi

57 tahun lalu

Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih

57 tahun lalu

Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal