Joe Biden Lanjutkan Penjualan Senjata ke UEA, termasuk 50 Jet Tempur F-35

Ahmad Islamy Jamil
Pesawat tempur F-35 buatan Amerika Serikat. (Foto: ist)

WASHINGTON DC, iNews.id – Pemerintah AS di bawah Presiden Joe Biden melanjutkan kembali penjualan senjata kepada Uni Emirat Arab (UEA) yang sebelumnya sempat disetop sementara. Hal itu diungkapkan salah satu pejabat kepada Kongres AS.

Penjualan senjata kepada UEA dengan nilai transaksi lebih dari 23 miliar dolar AS itu terdiri atas sejumlah jet tempur F-35 canggih, drone bersenjata, dan peralatan militer lainnya.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pemerintah akan melanjutkan penjualan yang diusulkan ke UEA. “Bahkan di saat kami terus meninjau detail dan berkonsultasi dengan para pejabat Emirat (terkait dengan penggunaan senjata itu),” ujar pejabat tersebut, dikutip Reuters, Rabu (14/4/2021) WIB.

Joe Biden sebelumnya menghentikan sementara kesepakatan penjualan senjata ke UEA yang disetujui oleh mantan Presiden Donald Trump. Dia berdalih penghentian itu bertujuan untuk meninjau kebijakan tersebut.

Pada November lalu, pemerintahan Trump menyatakan kepada Kongres AS bahwa mereka telah menyetujui penjualan alutsista ke UEA. Hal itu sebagai imbal balik atas keputusan UEA yang setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Paket pembelian alutsista bernilai 23,37 miliar dolar AS itu berisi produk-produk militer buatan General Atomics, Lockheed Martin Corp, dan Raytheon Technologies Corp. Di antaranya berupa 50 pesawat tempur F-35 Lighting II, drone alias pesawat tak berawak tipe 18 MQ-9B Unmanned Aerial Systems, serta paket amunisi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Beberapa anggota parlemen AS mengkritik UEA karena keterlibatan negara Arab itu dalam perang di Yaman—yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Namun, Israel mengaku tidak keberatan dengan penjualan peralatan perang tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Meja Makan Versailles Jadi Saksi, Donald Trump Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal