WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendapat kritikan luas dari netizen setelah menyebut pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir. Hal itu disampaikan Biden dalam wawancara di program 60 Minutes CBS News yang tayang Minggu kemarin.
Pernyataan Biden itu kontras dengan realita di lapangan bahwa kasus kematian harian akibat Covid-19 di AS masih terbilang tinggi. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengungkap, sekitar 400 orang meninggal setiap hari akibat virus corona.
Netizen menilai, kasus kematian yang tinggi ini menandakan Covid-19 belum akan berhenti.
"465 rata-rata harian untuk kematian dan pandemi telah berakhir,” kata seorang pengguna Twitter.
"Covid sudah berakhir menurut Joe Biden," demikian isi cuitan lainnya.
Pengguna lainnya menyebut Biden salah informasi karena virus corona masih ada.
Sebelumnya Biden mengatakan pandemi telah berakhir karena warganya baik-baik saja, meski keluar tanpa mengenakan masker. Namun dia mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menangani Covid-19.
"Kita masih punya masalah dengan Covid. Kami masih melakukan banyak hal untuk itu, tetapi pandemi sudah berakhir. Jika Anda perhatikan, tidak ada yang memakai masker. Semua orang tampaknya dalam kondisi cukup baik. Jadi saya pikir ini sudah berubah," ujarnya.