Jepang Tangguhkan Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin Covid Moderna, Kenapa?

Ahmad Islamy Jamil
Vaksin Covid buatan Moderna Inc. (Foto: ANTARA)

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, pihak Takeda pertama kali mengetahui sejumlah botol vaksin yang terkontaminasi itu pada 16 Agustus lalu. Namun, raksasa farmasi yang berkantor pusat di Tokyo itu baru melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah pada Rabu (25/8/2021) kemarin. 

Lambatnya pelaporan oleh Takeda disebabkan perusahaan itu membutuhkan waktu untuk mengumpulkan informasi tentang botol mana saja yang terpengaruh oleh kontaminan. Selain itu, Takeda juga harus memetakan di mana saja botol-botol itu terdapat di Jepang.

Pihak Moderna menyatakan, kontaminasi terhadap vaksin corona itu bisa jadi disebabkan oleh masalah manufaktur di salah satu jalur produksi di lokasi pabrik yang mereka kontrak di Spanyol. Perusahaan farmasi Spanyol, Rovi, memang bertugas membotolkan atau “mengisi dan menyelesaikan” vaksin Moderna untuk pasar di luar Amerika Serikat. 

Dalam pernyataannya, Rovi mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan kontaminasi dosis Moderna dan masalah tersebut tampaknya terbatas hanya pada beberapa batch vaksin yang dikirim ke Jepang.

Akibat kejadian tersebut, saham Rovi pun anjlok 4,6 persen hari ini.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, pada hari ini mengatakan, rencana vaksinasi di negaranya akan sedikit terpengaruh oleh masalah ini. Sehari sebelumnya, dia mengatakan sekitar 60 persen masyarakat Jepang akan divaksinasi penuh pada akhir September. Dia pun menyebut Jepang memiliki cukup stok vaksin untuk memberikan dosis booster jika nanti diperlukan.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato mengatakan, sampai sejauh ini belum ada kasus atau masalah kesehatan yang dilaporkan terkait dengan vaksin yang terkontaminasi itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal