Kelompok Hizbullah juga menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan keji. Mereka juga menuduh pemerintah Lebanon sengaja mengekspos negaranya dalam pertumpahan darah serta menyerah terhadap tuntutan musuh, yakni AS.
Ironisnya, serangan terbaru ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata bersyarat terbaru, menyusul perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump bahkan yang mengumumkan bahwa kedua pihak bersedia menghentikan serangan.
Sementara itu militer Israel menjelaskan serangan itu terjadi di "zona pertempuran aktif". Pergerakan di zona pertempuran membutuhkan koordinasi dengan Angkatan Darat Israel. Oleh karena itu, insiden tersebut masih dalam penyelidikan terkoordinasi.