Jasad Singa Berusia 28.000 Tahun Ditemukan di Siberia, Bentuknya Masih Utuh

Ahmad Islamy Jamil
Sparta, anak singa gua yang ditemukan terawetkan di pedalaman Siberia, Rusia. (Foto: Twitter)

“Mengingat keadaan jasadnya yang lestari, mereka pasti terkubur dengan sangat cepat. Jadi, mungkin mereka mati akibat tanah longsor, atau jatuh ke dalam celah di lapisan es. Permafrost membentuk retakan besar karena pencairan dan pembekuan musiman,” kata Dalen.

Menurut penelitian, corak umum bulu anak singa itu mirip dengan anak singa Afrika. Namun, kedua singa itu menunjukkan beberapa perbedaan pada warna bulu mereka. Boris memiliki bulu kuning keabu-abuan sementara bulu Sparta keabu-abuan hingga coklat muda.

“Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa warna terang mendominasi seiring bertambahnya usia pada singa gua dan adaptif untuk lanskap yang tertutup salju di utara,” ungkap penelitian tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal