Jam Kiamat Berada 90 Detik Jelang Tengah Malam, Akankah Bergerak Lagi?

Anton Suhartono
Jarum Jam Kiamat berada di posisi paling dekat dengan tengah malam yaitu 90 detik (Foto: Reuters)

Selain perang di Ukraina, meningkatnya ketegangan antara AS dan Rusia ikut berkontribusi menentukan perubahan posisi jarum jam. Perjanjian kedua negara untuk mengontrol pengembangan dan penggunaan senjata nuklir di ambang selesai.

AS menarik diri dari Perjanjian Anti-Rudal Balistik (ABM) pada 2001 serta Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) pada 2019.  Berakhirnya perjanjian tersebut berperan dalam perubahan posisi jarum jam pada 90 detik menuju tengah malam pada awal 2023.

Namun ada peristiwa lain yang menyebabkan jarum bergerak drastis pada tahun ini. Pada Februari 2023, Rusia menarik diri dari perjanjian New START yang ditandatangani dengan AS. Pada awal November, Rusia juga mengumumkan pencabutan ratifikasi Perjanjian Pencegahan Uji Coba Nuklir dengan AS. Ini bisa menjadi pintu masuk uji coba kembali senjata nuklir kedua negara.

Sejak 1947, penyelarasan jarum jam telah ditentukan pada setiap awal tahun oleh para pakar buletin. Awalnya, jam tersebut menggambarkan ancaman perang nuklir antara adidaya Perang Dingin, AS dan Uni Soviet.  Meski demikian jam tersebut juga bergerak karena ancaman global yang tak kalah mengerikan daripada nuklir, yakni perubahan iklim. Faktor ini pertama kali memengaruhi pergerakan jarum pada 2007. 

Di berbagai posisi selama bertahun-tahun, jam tersebut telah disesuaikan untuk merespons peristiwa-peristiwa dunia. Pada 1947, posisi aslinya adalah 7 menit menjelang tengah malam. Kemudian semakin mendekat menjadi hanya 2 menit pada 1953 saat AS dan Uni Soviet menguji coba bom hidrogen.

Kini, pada 2023, posisinya hanya 90 detik menjelang tengah malam. Akankah jarum bergerak lagi, seiring konflik global yang terus memanas?

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal