Jalur Gunung Everest Padat, 4 Pendaki Tewas karena Harus Antre ke Puncak

Anton Suhartono
Antrean para pendaki menuju puncak Everest pada 22 Mei 2019 (Foto: AFP)

Sementara pemandu dari Pioneer Adventure yang membawa Cash, Pasang Tenje Sherpa, mengatakan, kliennya ambruk di puncak lalu meninggal dekat Hillary Step saat akan turun.

Dua korban itu menambah jumlah pendaki tewas dalam musim pendakian kali ini menjadi empat, setelah seorang warga India dan Irlandia yang meninggal pekan lalu. Warga Irlandia jatuh karena terpeleset dekat puncak.

Pendakian ke puncak tertinggi di dunia itu menjadi bisnis menguntungkan sejak Edmund Hillary dan Tenzing Norgay menjadi yang pertama menaklukannya pada 1953.

Nepal telah mengeluarkan 381 izin, rekor tertinggi sepanjang sejarah, pada musim pendakian kali ini. Setiap pendaki dipungut 11.000 dolar AS.

Sebagian besar pendaki dipandu oleh etnis Sherpa yang dikenal kekuatan dan keahlian mereka. Jika dihitung dengan Sherpa, maka ada lebih dari 750 pendaki yang sudah dan akan mencapai puncak dalam beberapa pekan mendatang, untuk jalur Nepal saja.

Sementara China mengeluarkan izin untuk 140 pendaki yang berangkat dari sayap utara gunung yakni Tibet. Dengan demikian, tahun ini akan menjadi rekor jumlah terbesar yang akan mencapai puncak Everest, mengalahkan catatan pada 2018 yang mencapai 807 orang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menhut Bakal Batasi Jumlah Pendaki Gunung Konservasi, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Salut! Cacat Tak Punya Kaki, Pria Ini Taklukkan Puncak Gunung Everest

57 tahun lalu

Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Badan Geologi Larang Pendakian

57 tahun lalu

Nepal Bakal Dipimpin Perdana Menteri Mantan Rapper, Usia Masih 35 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal