Dia mengatakan, minat pengunjung untuk menempati hotel dengan harga kamar berkisar dari 1.888 hingga 2.288 yuan (Rp4,17 juta – Rp5 juta) per malam itu terbilang sangat tinggi. Bahkan, kamar-kamar di sana menurutnya sudah penuh dipesan selama masa percobaan.
Akan tetapi, para konservasionis justru mengkritik hotel tersebut.
“Beruang kutub harusnya berada di Arktik (Kutub Utara), bukan di kebun binatang atau kotak kaca di akuarium, dan sudah barang tentu bukan di hotel,” kata aktivis dari kelompok hak-hak hewan PETA, Jason Baker, Sabtu (13/3/2021).
“Beruang kutub aktif hingga 18 jam sehari di alam lepas, menjelajahi wilayah yang dapat menjangkau ribuan mil, tempat mereka menikmati kehidupan nyata,” tuturnya.
Pada 2016, sebuah pusat perbelanjaan di Kota Guangzhou, China, juga menuai kecaman global setelah munculnya videoseekor beruang kutub, Pizza, tengah berbaring miring di sebuah kandang berdinding kaca.
Harbin Polarland didirikan pada akhir 2005. Tempat rekreasi itu menyebut diri sebagai taman hiburan seni pertunjukan kutub pertama di dunia.