Haaretz mengklaim, hasil perundingan nuklir putaran kedua berseberangan dengan apa yang disampaikan para pejabat Iran bahwa ada kemajuan signifikan untuk menuju pada kesepakatan.
"Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri," bunyi laporan Haaretz.
“Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir."
Laporan tersebut juga mencatat adanya koordinasi lebih erat antara Israel dan AS di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara.
Selain itu, laporan akun media sosial yang melacak dan menganalisis data penerbangan, AS telah mengirim sejumlah besar jet tempur, pesawat tanker udara, dan pesawat Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) selama 48 jam terakhir ke pangkalan-pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah.