Namun Trump menarik AS keluar dengan alasan, kesepakatan yang juga diteken oleh negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB itu harus diperbarui atas kecurigaan akan dijadikan senjata.
Alasan yang menurut Iran tak masuk akal karena program nuklirnya diawasi secara ketat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Trump lalu menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran yang memukul perekonomian negara tersebut. Sejak itu Iran juga keluar dari kesepakatan dengan meningkatkan pengayaan uraniumnya hingga di atas level yang ditetapkan dalam JCPOA. Israel dan AS yakin level pengayaan uranium Iran sudah mencapai titik terdekat untuk bisa menghasilkan senjata nuklir.
Oleh karena itu Israel dan AS sejak lama telah mempersiapkan upaya untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
Iran menembakkan ratusan rudal ke Israel pada Selasa lalu sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.