Gempuran itu dilakukan sebagai pembalasan atas serangan terus-menerus dari Iran pada 1 Oktober serta kelompok-kelompok proksinya terhadap Israel.
"Rezim di Iran dan proksinya di wilayah tersebut telah tanpa henti menyerang Israel sejak 7 Oktober - di tujuh front, termasuk serangan langsung dari tanah Iran," bunyi pernyataan IDF.
Iran menghujani Israel dengan sekitar 200 rudal pada 1 Oktober lalu, menargetkan dua pangkalan udara serta markas besar Mossad. Serangan Iran itu sebagai pembalasan atas terbunuhnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli serta pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada 27 September.
Haniyeh dibunuh di Teheran, Iran, saat mengikuti pelantikan presiden yang baru. Iran menganggap pembunuhan Haniyeh oleh Israel sebagai serangan terhadap kedaulatan negara.