Presiden Donald Trump memerintahkan evaluasi keanggotaan AS di UNESCO selama 90 hari, dimulai sejak Februari. Hasil evaluasi itu menjadi dasar keputusan untuk keluar sebagaimana diumumkan Wakil Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly.
“Presiden Trump telah memutuskan untuk menarik Amerika Serikat keluar dari UNESCO,” ujar Kelly.
Dia menambahkan berbagai agenda sosial dan budaya yang didorong UNESCO dianggap bertentangan dengan nilai-nilai dan pilihan kebijakan rakyat Amerika.
Pemerintah AS menilai organisasi di bawah naungan PBB tersebut memiliki kecenderungan anti-Amerika dan anti-Israel, serta mempromosikan agenda yang disebut sebagai “woke”.
Salah satu hal yang paling dipermasalahkan adalah apa yang dianggap sebagai bias pro-Palestina dan pro-China yang kerap terlihat dalam berbagai inisiatif UNESCO.