Israel Larang Masuk Semua Warga Prancis, Jerman, Spanyol, Austria dan Swiss

Nathania Riris Michico
PM Benjamin Netanyahu hadiri konferensi pers bersama dengan menteri kesehatan Israel mengenai persiapan dan peraturan baru untuk mengatasi virus korona di Kementerian Kesehatan di Yerusalem, 4 Maret 2020. (FOTO: GALI TIBBON / AFP)

"Mereka yang tiba sebelum tanggal ini tidak akan dipulangkan," pernyataan itu menambahkan.

Pembatasan itu tidak berlaku bagi orang-orang yang hanya transit melalui bandara di salah satu negara yang terdaftar.

"Kami berada di puncak epidemi global," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, saat pengumuman pembatasan perjalanan terbaru itu.

"Kami berada dalam situasi yang lebih baik daripada negara-negara lain karena, sejak awal, saya memberikan instruksi semaksimal mungkin, bukan pada tingkat pencegahan minimum."

"Dan kami mengambil tindakan tegas, sangat ketat, untuk memperlambat penyebaran virus," ujar Netanyahu, menambahkan.

Israel saat ini memiliki 15 kasus virus korona yang dikonfirmasi, tetapi tidak ada kematian. Sekitar 7.000 lainnya sudah di karantina rumah.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Ini Rahasia Iran Bertahan dari Gempuran AS-Israel, bahkan Siap Perang Panjang

Internasional
20 jam lalu

Iran Sudah Curiga Uni Emirat Arab Dukung Serangan AS-Israel sejak Awal

Internasional
21 jam lalu

Israel-Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

Internasional
21 jam lalu

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Israel Diam-Diam Gerogoti Wilayah Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal