Safieddine bersama para pejabat Hizbullah lainnya dilaporkan sedang berada di markas bawah tanah saat serangan udara berlangsung. Serangan yang terus menerus dilakukan pasukan Israel setelah itu membuat tim medis dan SAR tak bisa mengakses lokasi itu selama beberapa hari setelahnya.
Menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Safieddine merupakan orang terkuat di kelompok tersebut setelah tewasnya Nasrallah yang juga sepupunya.
Hizbullah belum mengumumkan siapa pengganti Nasrallah namun ada beberapa nama yang muncul, salah satunya Safieddine.
Portal berita Amerika Serikat, Axios, mengutip pernyataan dua pejabat Israel, melaporkan Safieddine menjadi incaran militer dalam beberapa kali serangan ke Beirut.
"Sasaran serangan Israel di Beirut adalah pemimpin senior Hizbullah Hashem Safieddine yang kemungkinan merupakan calon pengganti Hassan Nasrallah, dua pejabat Israel memberi tahu saya," kata Barak Ravid, jurnalis Axios.