Di wilayah timur Lembah Bekaa, dua orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka kritis setelah serangan Israel menghantam sebuah apartemen di Bar Elias.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan seorang pejabat kelompok Al-Jamaa al-Islamiya. Pejabat tersebut ditemukan luka parah sementara dua putranya tewas.
Serangan lain menewaskan seorang perempuan Lebanon di Kota Abba, Lebanon selatan. Sementara itu, sebuah ambulans dilaporkan ikut terkena serangan di kawasan Tayr Falsay. Militer Israel juga menghancurkan Jembatan Zrarieh di Sungai Litani, yang menjadi jalur penting bagi Hizbullah.
Tim penyelamat kemudian menemukan dua jenazah di reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di kota Qalila. Petugas pertahanan sipil masih berupaya mencari korban lain yang diduga tertimbun.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan Israel bisa mengambil alih wilayah Lebanon jika pemerintah negara itu tidak menghadapi Hizbullah dan menghentikan serangan kelompok tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan pesan serupa, menuding pemerintah Lebanon bermain api, jika tidak mengambil langkah terhadap Hizbullah.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sebelumnya menegaskan pemerintahnya berkomitmen memulihkan kedaulatan negara, termasuk dengan melarang sayap militer Hizbullah. Namun, langkah tersebut sulit dilakukan di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.