Israel Desak AS Lancarkan Serangan Darat ke Iran tapi Ogah Kirim Pasukan

Anton Suhartono
Media Israel mengungkap militer Zionis tidak akan terlibat langsung dalam serangan darat ke Iran (Foto: Anadolu)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga turut memperkuat tekanan terhadap Washington. Dia menyebut perang yang berlangsung sejak 28 Februari telah melewati setengah jalan dalam pencapaian tujuan, meski belum dari sisi waktu.

Dalam wawancara dengan Newsmax, Netanyahu bahkan mendesak Trump agar tidak terpengaruh oleh opini publik yang menentang kelanjutan perang.

Sementara itu, Trump disebut masih mempertimbangkan dua opsi utama, yakni meningkatkan eskalasi militer atau membuka negosiasi dengan Iran. Ketidakpastian ini dinilai mencerminkan dinamika internal dalam menentukan arah kebijakan AS.

Jika memilih jalur militer, target utama yang disasar adalah infrastruktur energi Iran, termasuk Pulau Kharg sebagai pusat ekspor minyak dan ladang gas South Pars yang sebelumnya telah menjadi target serangan Israel.

Laporan Maariv juga menyebut, operasi militer bisa berlangsung dalam hitungan hari hingga satu pekan, bergantung pada tenggat waktu yang diberikan Trump kepada Iran hingga 6 April untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, sejumlah sumber pejabat Israel mengungkapkan bahwa Netanyahu dan lingkaran dekatnya lebih condong pada opsi eskalasi militer dibandingkan negosiasi. Mereka menilai kesepakatan damai saat ini hanya akan menjadi kemenangan bagi Iran, termasuk membuka peluang pencabutan sanksi dan bantuan rekonstruksi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?

57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal