Setelah itu Israel membebaskan 183 tahanan Palestina yang dibawa ke Tepi Barat menggunakan beberapa bus. Salah satu tahanan pertama yang dibebaskan adalah Jamal Al Taweel, tokoh penting Hamas. Kondisi kesehatannya sangat buruk saat dibebaskan sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.
Al Jazeera melaporkan, banyak tahanan lainnya dalam kondisi kesehatan buruk sejak dibebaskan pada pertukaran gelombang pertama. Umumnya mereka menderita sakit kulit dan sangat lemah.
Pekan lalu seorang tahanan terpaksa mengurungkan niat untuk memeluk anggota keluarga karena menderita penyakit kulit kudis yang parah. Dia takut menularkan penyakit itu ke keluarganya.
Kondisi tahanan di penjara Israel sejak lama sangat mengerikan dan diperparah lagi sejak Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menjabat.
Dia mengurangi jatah makanan dan memberikan lebih sedikit air minum karena menurutnya warga Palestina tidak boleh diperlakukan sebagai manusia.