Israel Akan Batasi Umat Islam Beribadah di Masjid Al Aqsa Selama Ramadan

Anton Suhartono
Otoritas Israel akan membatasi akses bagi umat Islam untuk beribadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadan tahun ini (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Otoritas Israel akan membatasi akses bagi umat Islam untuk beribadah di Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur selama Ramadan tahun ini. Masjid suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi tersebut selalu dibanjiri jemaah dari Yerusalem maupun Tepi Barat selama Ramadan.

Syekh Ekrima Sabri, mantan mufti besar Yerusalem yang juga kepala Dewan Islam Tertinggi Yerusalem, mengungkapkan penyesalannya atas rencana pemerintah Israel tersebut. 

Menurut Syekh Ekrima, niat buruk Israel itu sudah terlihat dengan pengangkatan Mayor Jenderal Avshalom Peled sebagai kepala polisian Yerusalem Timur pada pekan pertama Januari 2026. Penunjukan perwira garis keras itu dianggap sebagai upaya Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir untuk membatasi akses umat Islam ke Masjid Al Aqsa. 

“Umat Islam menyambut Ramadan dengan optimisme, mengikuti tradisi Nabi Muhammad, yang biasa menyambut bulan tersebut pada akhir Sya'ban, tapi terkait Yerusalem, kami menyesalkan tindakan keras yang akan diberlakukan otoritas penjajah terhadap umat Islam yang datang ke Masjid Al Aqsa,” kata Syekh Ekrima, kepada Anadolu, dikutip Minggu (15/2/2026). 

Dia menambahkan, otoritas Israel melarang puluhan pemuda memasuki masjid seraya mengumumkan mereka tidak akan melonggarkan pembatasan selama Ramadan bagi jemaah yang datang dari Tepi Barat. Ini berarti akan ada pembatasan lebih ketat. 

“Jumlah jemaah di Al Aqsa akan lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan puasa umat Islam,” ujarnya.

Ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat biasanya melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur selama Ramadan untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Namun, sejak perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, otoritas Israel memperketat pos pemeriksaan militer, membatasi akses penduduk Tepi Barat ke Yerusalem.

Selama 2 tahun terakhir, hanya sejumlah kecil yang mendapat izin masuk dari militer Israel, umumnya hanya orang lanjut usia dan anak-anak.

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah sementara terhadap ratusan penduduk Palestina di Yerusalem Timur, sebagian besar pemuda, yang melarang mereka memasuki Al Aqsa selama Ramadan. Bahkan, beberapa perintah tersebut berlaku hingga 6 bulan.

Langkah-langkah ini diambil saat pemerintah sayap kanan Israel, dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menghadapi kritik dari pejabat Palestina atas apa yang mereka sebut sebagai perubahan terhadap status quo yang telah lama melekat pada Masjid Al Aqsa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Pasukan Israel Bersiap Bentrok dengan Warga Palestina Selama Ramadan, Siapkan Drone Gas Air Mata

Nasional
17 jam lalu

Kemlu: Pasukan Indonesia ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur

Nasional
19 jam lalu

Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Pembelajaran Ramadan, Murid Muslim Dianjurkan Tadarus Alquran

Megapolitan
15 jam lalu

Larang Sweeping Rumah Makan, Pramono Ingin Ramadan Berlangsung Rukun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal