Iran Ungkap Kronologi Walk Out saat Negosiasi dengan AS: Kami Punya Prinsip!

Anton Suhartono
Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkap kronologi di balik keputusan delegasinya walk out saat negosiasi dengan Amerika Serikat di Swiss akhir pekan lalu (Foto: dpa)

TEHERAN, iNews.id - Iran mengungkap kronologi di balik keputusan delegasinya meninggalkan meja perundingan atau walk out saat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss akhir pekan lalu. Kepala juru runding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, langkah tersebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran ketika proses negosiasi masih berlangsung.

Menurut Ghalibaf, ancaman Trump yang menyasar Presiden Iran Masoud Pezeshkian, tim negosiasi, hingga wilayah Iran dianggap melanggar prinsip dasar yang telah disepakati kedua pihak dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian. Karena itu, delegasi Iran memutuskan mengakhiri pertemuan dan tidak kembali ke meja perundingan.

"Kami memiliki prinsip, dan sampai sekarang kami tidak pernah ingin menjadi bagian dari dialog yang setara (langsung) dengan AS," kata Ghalibaf, seperti dikutip kantor berita Tasnim, Selasa (23/6/2026).

Ghalibaf menjelaskan, Iran sebenarnya tetap mengikuti proses negosiasi yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun sejak awal Teheran mempertahankan sikap untuk tidak melakukan dialog langsung dengan Washington.

Dia mengatakan negara-negara mediator berulang kali mendorong agar delegasi Iran dan AS dapat berdiskusi secara langsung. Namun Iran hanya bersedia terlibat dalam negosiasi melalui perantara, bukan pertemuan tatap muka langsung dengan pihak AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal