Serangan tersebut menargetkan dua pangkalan udara Israel serta markas badan intelijen Mossad.
Israel berjanji membalas serangan tersebut, bahkan beberpa pejabat menyerukan agar militer Zionis menargetkan fasilitas nuklir dan minyak. Presiden Amerika Setikat (AS) Joe Biden menegaskan tak mendukung serangan Israel terhadap fasilitas nuklir dan minyak Iran.
Sebelum itu Iran sudah mewanti-wanti Israel untuk tidak membalas serangannya. Jika itu terjadi, Iran akan kembali menyerang Israel dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Seorang sumber pejabat keamanan Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim, militer telah menyiapkan sedikitnya 10 skenario untuk menyerang balik Israel.
"Respons Iran tidak akan selalu berupa balasan pada level yang sama dengan tindakan Israel, tetapi mungkin lebih keras dan mengincar target berbeda yang akan mengintensifkan efektivitas respons," kata sumber tersebut.
Dia menegaskan negara Israel jauh lebih kecil daripada Iran serta memiliki infrastruktur lebih sedikit dan sensitif. Oleh karena itu serangan skala besar akan menimbulkan dampak sangat besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bukan hanya itu, Iran juga mengancam negara-negara yang membantu Israel melakukan pembalasan akan diperlakukan sebagai musuh.