Laporan mengejutkan itu diungkap seorang sumber pejabat AS kepada harian The Wall Street Journal (WSJ). Disebutkan, serangan UEA menyasar fasilitas minyak Iran di Pulau Lavan pada awal April.
Serangan itu terjadi beberapa saat sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang mengakhiri pertempuran selama 5 pekan.
Menurut pejabat tersebut, Washington mengapresiasi langkah UEA itu, termasuk dukungan sejumlah negara Teluk lain yang ingin ikut bergabung dalam pertempuran melawan Iran.
Namun para pejabat itu tidak mengungkap tanggal maupun waktu pasti operasi militer UEA dilakukan.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, pada 8 April melaporkan, militer Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap UEA serta Kuwait.