Iran Sindir Operasi Militer AS-Israel Gagal Total, Ubah Nama Jadi 'Fury Mistake'

Anton Suhartono
Abbas Araghchi menyebut serangan gabungan AS-Israel sebagai kegagalan strategis (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran menyindir keras operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya. Teheran menilai operasi tersebut justru menjadi bumerang karena memicu lonjakan harga minyak dunia hingga berkali lipat serta mengguncang pasar global.

Sindiran itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi yang menyebut serangan gabungan AS dan Israel sebagai operasi yang berlangsung dengan kegagalan strategis. 

Menurut dia, hanya dalam beberapa hari setelah serangan, dampak ekonomi global langsung terasa dengan melonjaknya harga minyak dan berbagai komoditas. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga terjadi di AS disertai dengan lonjakan harga barang.

"Sembilan hari setelah Operasi Epic Mistake, harga minyak telah naik berlipat ganda dan semua komoditas meroket," tulis Araghchi, di media sosial X, dikutip Rabu (11/3/2026).

Pernyataan itu merupakan sindiran terhadap nama operasi militer yang digunakan Amerika Serikat dan Israel, yakni Epic Fury. Araghchi mengubahnya menjadi "Epic Mistake" atau kesalahan besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
38 menit lalu

Dukung Mojtaba Khamenei, Korea Utara Tegaskan Bersama Iran

Internasional
1 jam lalu

Lempar Bom ke Rumah Wali Kota New York Mamdani, 2 Pria Ngaku Terinspirasi ISIS

Internasional
2 jam lalu

Qatar: Negara-Negara Teluk Bukan Musuh Iran

Internasional
4 jam lalu

Iran Protes: Jadi Korban Serangan AS-Israel, tapi Diposisikan Agresor oleh Negara Arab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal