Dia mengingatkan, serangan Israel ke Iran pada Juni 2025 berlangsung saat Teheran dan Washington melakukan perundingan nuklir. Akibat serangan itu, negosiasi yang telah berlangsung beberapa putaran berhenti.
Larijani menambahkan, saat ini, di tengah rencana perundingan putaran kedua Iran-AS yang waktunya sedang dibahas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke AS untuk mendesak Trump. Netanyahu berusaha memengaruhi Trump dengan menyampaikan prinsip-prinsip untuk bernegosiasi dengan Iran.
Namun setelah pertemuan, Trump menegaskan tidak ada hal pasti yang dicapai dengan Netanyahu, selain bersikeras ingin melanjutkan negosiasi dengan Iran.
Larijani mengatakan Teheran belum menerima proposal spesifik dari Washington dalam negosiasi tersebut. Pembicaraan putaran pertama di Muscat pada Jumat pekan lalu hanya pertukaran pesan.
Iran, lanjut dia, bersikap positif terhadap negosiasi. Selain itu AS tampaknya telah menyimpulkan bahwa negosiasi merupakan pilihan yang lebih disukai ketimbang konflik militer.