Belum jelas kapan keputusan Dewan Siber Tertinggi untuk mencabut larangan akan berlaku.
Sementara itu kantor berita IRNA melaporkan, keputusan tersebut dicapai dengan suara bulat dalam rapat dewan yang oleh beberapa pejabat tinggi serta Presiden Masoud Pezeshkian.
“Proses pencabutan pembatasan dunia maya akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, tidak akan terbatas pada pencabutan pembatasan pada satu atau beberapa platform saja,” demikian laporan IRNA.
Pemutusan koneksi internet secara menyeluruh sering kali diberlakukan di Iran, termasuk selama demonstrasi besar pada November 2019 serta pemberontakan 2022. Keputusan itu mendorong pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melonggarkan pembatasan layanan internet ke Iran, seperti Starlink milik Elon Musk.
Lembaga pemantau siber Freedom House, dalam laporan tahunan Skor Kebebasan Internet, menyatakan Iran termasuk di antara tiga negara paling tidak bebas dalam hal akses internet setelah China dan Myanmar.
Setelah terpilih menjadi presiden dalam pemilu pada Juli lalu, Pezeshkian yang juga dikenal politikus reformis, berjanji untuk melonggarkan kebebasan internet bagi warganya.