Iran Lampaui Batas Pengayaan Uranium, Ini Respons AS

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump saat menandatangani proposal yang menyatakan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran JCPOA di Ruang Diplomatik di Gedung Putih di Washington. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Iran menyatakan sudah meningkatkan produksi uraniumnya hingga melampaui batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015. Menanggapi hal itu, Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak akan pernah mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir.

"Tekanan maksimum pada rezim Iran akan berlanjut sampai para pemimpinnya mengubah tindakan mereka," demikian pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Stephanie Grisham, seperti dilaporkan AFP, Selasa (2/7/2019).

"Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir," katanya.

Menurut Grisham, adalah sebuah kesalahan untuk memungkinkan Iran memperkaya uraniumnya di tingkat apa pun dalam perjanjian nuklir itu.

"Kita harus mengembalikan standar nonproliferasi tanpa pengayaan untuk Iran," tegas pernyataan itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran

57 tahun lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

57 tahun lalu

Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon

57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal