Dia menyayangkan Iran mengada-ada soal pertukaran tahanan seraya menyebut klaim tersebut kejam karena bisa menyebabkan kepedihan bagi keluarga para tahanan. Jubir itu juga menyebut beberapa nama warga AS yang ditahan di Iran seperti Siamak Namazi, Emad Shargi, dan Morad Tahbaz.
Namazi merupakan pengusaha berkewarganegaraan ganda AS-Iran. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada 2016 atas tuduhan mata-mata dan bekerja sama dengan pemerintah AS.
Selain itu ada pula Emad Sharghi, pengusaha keturunan Iran-AS yang ditangkap pada 2018 saat bekerja untuk perusahaan investasi teknologi. Ada pula Morad Tahbaz, aktivis lingkungan yang juga keturunan Iran-AS yang juga memegang kewarganegaraan Inggris.
Selama beberapa tahun terakhir, Iran mengupayakan pembebasan belasan warganya di AS, termasuk tujuh orang berkewarganegaraan ganda, dua orang Iran yang memegang status penduduk tetap, dan empat warga negara Iran tanpa status hukum di AS.