“Sementara saingannya mengatakan, justru Trump yang bermaksud untuk mencurangi pemilihan! Beginilah #USElections & demokrasi AS,” ucapnya.
Polarisasi politik AS yang semakin dalam sejak kemenangan mengejutkan Trump pada pemilu empat tahun lalu, telah menarik ekspresi keprihatinan, bahkan dari sekutu AS di Barat. Kemarin, Jerman bahkan memperingatkan akan “situasi yang sangat meledak” di AS pascapemungutan suara.
Sebelumnya, AS sempat menuduh Iran berusaha menggunakan media sosial untuk memengaruhi pemilih menjelang hari pemungutan suara. Namun, terlepas dari tuduhan itu, kepemimpinan Iran secara terbuka berkeras bahwa mereka tidak mendukung kandidat mana pun yang bertarung di Pilpres AS 2020, meskipun kebijakan Biden dan Trump sangat berbeda terhadap Teheran.
Selama menjabat di Gedung Putih, Trump memimpin kampanye dunia untuk menekan Iran sampai batas maksimum. Sebagai dampaknya, AS menarik diri keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015 yang dibuat secara multilateral.
Biden telah mengisyaratkan bahwa dia siap untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir penting itu, jika terpilih menjadi presiden.