Blinken mengatakan kesepakatan 2015 memang tidak sempurna namun tetap lebih baik daripada alternatif lainnya.
"Kita terus percaya bahwa kembali mematuhi perjanjian akan menjadi cara terbaik untuk mengatasi tantangan nuklir yang dibuat Iran dan untuk memastikan bahwa Iran yang sudah bertindak dengan agresi luar biasa tidak memiliki senjata nuklir," kata Blinken, saat dengan pendapat dengan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Menurut dia, AS sudah mencoba cara lain untuk menggagalkan Iran dari kepemilikan senjata nuklir. Namun cara itu justru menjadi bumerang.
“Kami telah mencoba proposisi lain, menarik diri dari perjanjian dan mencoba memberikan lebih banyak tekanan,” katanya.
Hasilnya, lanjut dia, waktu bagi Iran untuk mengembangkan bom nuklir kini hanya hitungan pekan. Ini jauh berbeda jika Iran tetap pada kesepakatan JCPOA yakni butuh wakti lebih dari setahun untuk bisa memiliki senjata nuklir.