Iran Bantah Serang Fasilitas Minyak Saudi dan Kedubes Asing, Sebut Operasi 'Bendera Palsu' Israel

Anton Suhartono
Iran membantah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco dan misi diplomatik asing di negara-negara Teluk (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Iran membantah serangan terhadap misi diplomatik asing di negara-negara Teluk. Sebaliknya, Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) di balik serangan itu untuk menyudutkan Iran.

Markas Besar Khatam Al Anbiya, perusahaan pertahanan Iran di bawah Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC), menjelaskan serangan itu sengaja dilakukan untuk menyalahkan negaranya dalam perang yang meluas ke negara-negara Teluk tersebut. 

"Israel dan Amerika Serikat, dalam upaya putus asa untuk memecah kebuntuan, berupaya menyerang misi diplomatik dan fasilitas negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk menyalahkan Iran atas serangan-serangan ini," kata bunyi pernyataan, seperti dilaporkan stasiun televisi IRIB.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmail Baghaei, mengatakan perang yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu itu sebenarnya bisa diakhiri jika agresor AS dan Israel dihentikan.

"Cara untuk mengakhiri perang adalah dengan menghentikan agresor. Dewan Keamanan (PBB) memiliki kewajiban, jika mau, mereka bisa menghentikannya," kata Baghaei.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal