Selain kapas, China juga mengembangkan teknologi untuk mengolah serat sutra. Sutra adalah serat alam yang dihasilkan oleh ulat sutra dan digunakan untuk membuat kain sutra yang sangat indah dan mewah.
China mengembangkan teknik budidaya ulat sutra dan mengolah serat sutra dengan cara yang sangat terampil, sehingga kain sutra China menjadi sangat terkenal dan dihargai di seluruh dunia.
Tidak hanya itu, China juga mengembangkan teknologi untuk mengolah serat linen yang berasal dari tanaman flax. Serat linen diolah menjadi kain linen yang sangat kuat dan tahan lama. Kain linen ini banyak digunakan untuk membuat pakaian dan barang-barang rumah tangga seperti handuk dan seprai.
Pada abad ke-7, China mulai mengekspor kain sutra dan kapas ke berbagai negara di Asia dan Eropa. Bahkan, pengusaha dan pedagang dari Venesia dan Genoa sampai ke China untuk membeli kain sutra dan kapas.
Perdagangan ini membawa keuntungan besar bagi China dan menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi China pada masa itu.
Selain China, India juga termasuk di antara negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam. India tercacat mulai menggunakan bahan kapas untuk kebutuhan tekstil pada tahun 1540 SM.
Setelah itu, bukti adanya penggunaan bahan flax (linen) dan wol pertama kali ditemukan di Swiss dan Mesir pada awal tahun 700-600 SM. Setiap negara memiliki karakteristik iklim yang berbeda, menghasilkan serat alami yang berbeda-beda di tiap negara.