“Sasarannya adalah Pangkalan Udara Al Dhafra milik teroris Amerika Serikat. Serangan kriminal terhadap sekolah Shajare Tayebe yang menyebabkan kematian 165 siswi dilakukan dari pangkalan ini,” demikian pernyataan IRGC.
Pemerintah Iran mengungkap sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel merupakan anak-anak. Berdasarkan data Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, hingga Jumat (6/3/2026) atau 7 hari sejak perang pecah, serangan gabungan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.230 orang.
“Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak,” kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.
Dia menambahkan, sekitar 3.090 bangunan tempat tinggal, 528 toko, serta 13 fasilitas medis ikut hancur akibat serangan tersebut. Di antara fasilitas yang terdampak terdapat sembilan fasilitas milik Bulan Sabit Merah.