Ini Tulisan Terakhir Jurnalis Jamal Khashoggi di The Washington Post

Anton Suhartono
Jamal Khashoggi (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Dua pekan sejak dilaporkan hilang, keberadaan jurnalis kawakan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, masih misterius. Dugaan kuat, kontributor The Washington Post itu dibunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Khashoggi meninggalkan Saudi sejak September 2017 karena mendapat ancaman atas kritikan-kritikannya terhadap Putra Mahkota Muhammed bin Salman. Sejak itu dia tinggal di Amerika Serikat.

Pada Rabu (17/10/2018), surat kabar The Washington Post menerbitkan tulisan terakhir yang dibuat Khashoggi. Dia menulis mengenai pentingnya kebebasan pers di Timur Tengah.

"Dunia Arab sedang menghadapi Tirai Besi versi sendiri, yang diberlakukan bukan oleh aktor dari luar, tetapi melalui kekuatan dalam negeri yang sedang berlomba-lomba merebut kekuasaan," kata Khashoggi, sebagaimana dilaporkan kembali AFP.

"Dunia Arab membutuhkan versi modern dari media transnasional lama, sehingga warganya bisa mendapatkan informasi tentang peristiwa global. Hal yang lebih penting, kita perlu menyediakan platform untuk menyuarakan Arab."

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab

57 tahun lalu

Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?

57 tahun lalu

Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal