Ini Pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi yang Bikin China Murka

Anton Suhartono
Hubungan Jepang-China kembali memanas setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan pernyataan yang dianggap provokasi serius (Foto: AP)

BEIJING, iNews.id - Hubungan Jepang-China kembali memanas setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan pernyataan yang dianggap Beijing sebagai provokasi serius terkait isu Taiwan

Komentar Takaichi tersebut bahkan membuat China mengeluarkan imbauan perjalanan yang tidak biasa, mendesak warganya untuk tidak berkunjung ke Jepang dan menyebut Jepang sebagai negara yang “tidak aman” bagi pada 2025.

Pernyataan Takaichi yang memicu kemarahan Beijing disampaikan dalam sidang komite parlemen Jepang pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Takaichi menyebut bahwa serangan militer China terhadap Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang, dan kondisi tersebut bisa membuat Tokyo terlibat dalam pembelaan terhadap Taiwan menggunakan hak bela diri kolektif.

"Apa yang disebut sebagai kontingensi Taiwan telah menjadi begitu serius sehingga kita harus mengantisipasi skenario terburuk," kata Takaichi.

Komentar tersebut langsung dianggap China sebagai upaya memancing konflik dan membuka peluang Jepang ikut campur dalam urusan dalam negerinya. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, ucapan Takaichi “sangat provokatif” dan dapat meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan.

China Meradang, Terbitkan Peringatan Perjalanan Ekstrem

Sebagai respons, Kemlu China mengeluarkan pembaruan peringatan perjalanan yang keras. Beijing tidak hanya meminta warganya menunda perjalanan ke Jepang, tapi juga menyebut Jepang sebagai negara yang tidak aman bagi warga China.

Dalam pengumuman itu, Kemlu China menilai pernyataan Takaichi membuat situasi politik dan keamanan di Jepang tidak stabil, sehingga warganya diminta waspada terhadap potensi diskriminasi atau tindakan kriminal yang bisa menimpa mereka.

China juga mengimbau warganya yang sudah berada di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan, memahami aturan hukum setempat, serta berhati-hati agar tidak menjadi korban pelanggaran atau kejahatan.

Beijing menegaskan bahwa Jepang harus “bertanggung jawab penuh” atas dampak politik dan keamanan dari pernyataan pemimpinnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Nasional
8 jam lalu

Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya

Internasional
2 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
2 hari lalu

Badai Salju Dahsyat Terjang Jepang Tewaskan 30 Orang, Wanita Lansia Tertimbun 3 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal