Dalam pernyataan resmi Istana Buckingham yang dikutip dari Al Jazeera, Raja Charles menyebut keputusan ini sebagai bentuk hukuman atas “kesalahan penilaian serius” yang dilakukan Andrew.
“Kecaman ini dianggap perlu, meskipun dia terus membantah tuduhan terhadapnya. Yang Mulia ingin menegaskan bahwa simpati terdalam mereka tetap bersama para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan,” bunyi pernyataan istana.
Raja Charles menilai, tindakan Andrew dalam bergaul dan berhubungan dengan figur seperti Epstein menunjukkan kegagalan moral dan kebijaksanaan yang tidak pantas bagi anggota keluarga kerajaan.
Gelombang kritik publik terhadap Andrew semakin kuat setelah terungkap bahwa dia telah membayar jutaan dolar pada 2022 untuk menyelesaikan gugatan perdata Giuffre di luar pengadilan di New York. Walau tidak mengakui kesalahan, tindakan itu dianggap publik sebagai bentuk pengakuan tidak langsung atas keterlibatannya.
Selain tekanan dari masyarakat, banyak anggota parlemen dan pengamat kerajaan juga menilai kehadiran Andrew di lingkar istana menjadi beban bagi Raja Charles yang sedang berupaya memodernisasi monarki agar lebih transparan dan berintegritas.