Ini Alasan Iran Naikkan Upah Minimum 60% saat Negara Sedang Perang

Anton Suhartono
Iran menaikkan upah minimum nasional 60 persen serta berbagai tunjangan bagi pekerja (Foto: Reuters)

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran mengambil langkah tak biasa di tengah konflik, yakni menaikkan upah minimum nasional hingga 60 persen. Kebijakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk meredam tekanan ekonomi yang kian berat akibat perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dalam kondisi tak perang saja, beban masyarakat sudah sangat besar.

Di saat negara dalam kondisi perang, keputusan ini justru diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat yang terus tergerus. Pemerintah menilai lonjakan harga kebutuhan pokok dan inflasi tinggi sudah tidak lagi sebanding dengan pendapatan warga, sehingga kenaikan upah menjadi langkah mendesak.

Menteri Tenaga Kerja Iran, Ahmad Midari, Senin (16/3/2026), mengumumkan upah minimum nasional naik dari 75 dolar (Rp1,3 juta) menjadi sekitar 120 dolar AS (Rp2 juta) per bulan. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan langsung untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup yang semakin tinggi akibat tekanan ekonomi perang.

Midari menjelaskan, pengeluaran rumah tangga rata-rata kini berada di kisaran 13 juta hingga 19 juta toman atau sekitar 100 hingga 145 dolar AS per bulan. Artinya, tanpa kenaikan upah, sebagian besar pekerja akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Tak hanya upah, pemerintah juga menaikkan berbagai tunjangan. Tunjangan perumahan meningkat dari sekitar 7 dolar menjadi 23 dolar, sementara tunjangan anak naik dari 7 dolar menjadi 12 dolar AS. Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja di tengah situasi sulit.

Pemerintah Iran juga akan mengevaluasi kembali kebijakan upah minimum pada September mendatang guna memastikan keseimbangan antara pendapatan dan beban pengeluaran masyarakat tetap terjaga.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
38 menit lalu

Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Internasional
47 menit lalu

Mengejutkan! Bos Badan Intelijen AS Mundur gegara Tak Setuju dengan Perang Iran

Internasional
2 jam lalu

Hemat BBM! Sri Lanka Jatah Bensin untuk Motor 5 Liter Sehari, Mobil 15 Liter

Internasional
4 jam lalu

Iran Bantah Mojtaba Khamenei Luka Parah di Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal