2. Tuduhan AS Tidak Beriktikad Baik
Nebenzia juga menuduh Amerika Serikat (AS) memiliki agenda politik terselubung. Dia menilai Washington tidak menunjukkan iktikad baik dalam meloloskan resolusi, dan khawatir dokumen tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk menjalankan agenda sepihak di wilayah Palestina.
“Dokumen ini tidak boleh menjadi dalih bagi eksperimen tak terkendali yang dilakukan AS di Israel dan wilayah Palestina,” ujarnya.
3. Hubungan Pasukan Internasional dengan Otoritas Palestina Tidak Jelas
Rusia mempertanyakan bagaimana Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan berkoordinasi dengan Pemerintah Otoritas Palestina (PA). Nebenzia menyoroti bahwa resolusi yang diadopsi tidak memberikan detail atau mekanisme yang jelas mengenai struktur koordinasi ini.
Tanpa aturan yang tegas, kata Nebenzia, pasukan internasional tampak diberi keleluasaan bertindak secara otonom, tanpa memperhatikan posisi, pendapat, atau legitimasi politik Ramallah.
4. Potensi Memperlebar Pemisahan Gaza-Tepi Barat
Rusia juga menyoroti risiko jangka panjang, resolusi dapat memperkuat pemisahan antara Gaza dan Tepi Barat, situasi yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan besar bagi penyatuan politik Palestina.