Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby mengatakan, penempatan pasukan dalam keadaan siaga tingkat tinggi adalah demi memastikan AS akan siap merespons sebuah kemungkinan keputusan NATO untuk pengerahan 40.000 tentara.
Pengerahan pasukan AS itu merupakan tindakan secara multinasional yang dikenal sebagai NATO Response Force (NRF), yang dapat memberi dukungan dalam waktu singkat.
Perintah untuk menyiagakan pasukan tersebut datang dari Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, atas arahan Presiden Joe Biden. Menurut Kirby, perintah itu bertujuan untuk membuktikan betapa seriusnya Amerika Serikat melaksanakan komitmen untuk NATO dan komitmen pertahanan kolektif aliansi itu.