Inggris Peringatkan Ancaman Serangan Lebih Lanjut di Sekitar Bandara Kabul

Anton Suhartono
Ahmad Islamy Jamil
Ambulans dan warga mengangkut para korban bom bunuh diri di dekat Bandara Kabul, Afghanistan, Jumat (26/8/2021). (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Ancaman serangan lebih lanjut di sekitar Bandara Kabul diprediksi meningkat tatkala pasukan militer Barat semakin dekat untuk meninggalkan Afghanistan. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, hari ini.
 
Dia mengatakan, ledakan pada Kamis (26/8/2021) kemarin, yang menewaskan 85 orang tidak akan mempercepat kepergian orang-orang Inggris dari negara itu. Penutupan pusat proses evakuasi di Baron Hotel dekat bandara berlangsung sesuai jadwal, katanya.

“Ancaman (serangan berikutnya) itu jelas akan tumbuh di saat semakin dekat kepergian kami (Inggris),” katanya kepada Sky News

“Narasinya akan selalu begitu, di saat kami pergi, kelompok-kelompok tertentu seperti ISIS akan membuat klaim bahwa mereka telah mengusir AS atau Inggris,” ujar Wallace seperti dikutip kembali Reuters, Jumat (27/8/2021).

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. (Foto: Reuters)

Dua bom bunuh diri mengguncang Kota Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021), di tengah kerumuman ribuan orang yang sedang menanti dievakuasi ke luar negeri. Bukan hanya itu, serangan bom dilanjutkan denga penembakan membabi buta.

Puluhan warga sipil Afghanistan dan 13 prajurit Amerika Serikat, tewas. Sementara itu, ratusan lainnya luka. Korban tewas kemungkinan bertambah karena banyak yang terluka parah.

Bom bunuh diri di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai itu juga newaskan sedikitnya 28 anggota Taliban. Mereka adalah petugas keamanan yang berjaga di luar bandara untuk mengamankan evakuasi warga.

“Kami kehilangan lebih banyak personel ketimbang Amerika,” kata seorang pejabat Taliban yang meminta namanya tak disebutkan, kepada Reuters.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal