Inggris Kutuk Penodaan Alquran di Swedia: Itu Sangat Menghina Umat Islam di Seluruh Dunia!

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Swedia belum lama ini kembali memberi lampu hijau kepada imigran Irak, Salwan Momika, untuk melakukan aksi pembakaran Alquran di depan Kedutaan Irak di Stockholm. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.idInggris mengutuk penodaan Alquran yang kembali terjadi di ibu kota Swedia, Stocholm, baru-baru ini. Menurut London, aksi semacam itu sama sekali tidak pantas untuk dilakukan.

“Pembakaran dan penodaan Alquran di Stockholm sangat menghina umat Islam di seluruh dunia dan sama sekali tidak pantas. Kami mengecam kebencian atas dasar agama atau kepercayaan,” ungkap Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya, Jumat (21/7/2023). 

“Kami akan membela kebebasan beragama atau berkeyakinan untuk semua, dan mempromosikan rasa saling menghormati. Kami menyadari penderitaan mendalam yang dialami oleh umat Islam di seluruh dunia yang disebabkan oleh pembakaran Alquran,” bunyi pernyataan itu lagi, seperti dilansir di situs resmi kementerian.

Polisi Swedia belum lama ini kembali memberi lampu hijau kepada imigran Irak, Salwan Momika, untuk melakukan aksi pembakaran Alquran di depan Kedutaan Irak di Stockholm. Sebelumnya, pada Juni lalu (bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1444 H), pria ateis itu juga membakar salinan Alquran di depan masjid utama Stockholm, sehingga memicu kemarahan di Dunia Islam.

Pada Kamis (20/7/2023) lalu, menjelang aksi penodaan Alquran oleh Momika di Stockholm, ratusan warga Irak menyerbu Kedutaan Swedia di Baghdad. Pada akhirnya, Momika menginjak mushaf Alquran yang dia bawa, namun tidak membakarnya.

Pada Juni lalu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyebut aksi pembakaran Alquran oleh Momika itu sah dilakukan di negaranya. Namun, dia menilai perbuatan semacam itu tidak pantas. 

Aksi pembakaran Alquran juga terjadi di Swedia pada Januari lalu. Kala itu, politikus sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, membakar kitab suci umat Islam tersebut di depan Kedutaan Turki di Stockholm.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa

57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Fadly Faisal Akhirnya Buka Suara soal Kaos Motif Bra yang Viral: Seru-seruan Doang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal