Indonesia Perbarui Hubungan dengan Korut, Korsel Takut Teknologi Jet Tempur KF-21 Bocor

Anton Suhartono
Korsel khawatir pembaruan hubungan Indonesia dengan Korut berpotensi mengancam kerahasiaan proyek pengembangan jet tempur KF-21 (Foto: Istimewa)

Proyek Jet Tempur Bernilai Rp95 Triliun

KF-21 Boramae merupakan jet tempur generasi 4,5 yang dikembangkan bersama oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Indonesia sejak 2015. Nilai proyek ini mencapai 8,1 triliun won atau sekitar Rp95 triliun. Sebagai imbalan atas pendanaan 20 persen, Indonesia akan memperoleh 48 unit jet tempur IF-X, varian lokal KF-21, beserta paket transfer teknologi (ToT) untuk membangun industri dirgantara nasional.

Namun, hubungan kedua negara sempat tegang akibat penundaan pembayaran kontribusi Indonesia beberapa kali. Pada Juni lalu, kedua pihak sepakat mengurangi porsi pendanaan RI menjadi sekitar 600 miliar won, dengan konsekuensi pengurangan akses terhadap teknologi inti pesawat.

Skandal Flash Drive dan Ketegangan Lama

Kecurigaan Korsel bukan tanpa dasar. Pada 2024, lima engineer Indonesia di fasilitas KAI sempat dituduh mencoba mengambil USB berisi data rahasia KF-21. Meski akhirnya dibebaskan dari tuntutan pidana, insiden itu menimbulkan ketegangan dan memperburuk kepercayaan antara kedua negara.

Kini, dengan langkah diplomatik Jakarta yang semakin dekat dengan Korut, negara yang dikenal tertutup namun ambisius dalam pengembangan teknologi militer, kekhawatiran Seoul pun meningkat. Apalagi, sebagian komponen pesawat KF-21 masih bergantung pada teknologi lisensi AS, termasuk mesin F414 buatan GE Aerospace.

“Kami tidak yakin teknologi KF-21 akan bocor. Akses transfer teknologi hanya diberikan kepada pengguna akhir yang disetujui,” kata Seok Jong Gun, Ketua Defense Acquisition Program Administration (DAPA), lembaga pengadaan pertahanan Korsel.

Bagi Seoul, kerja sama Indonesia dengan Korut bukan sekadar diplomasi simbolik, melainkan persoalan kepercayaan dan keamanan data militer. Apalagi, proyek KF-21 bukan hanya simbol kemajuan teknologi Korsel, tapi juga salah satu tulang punggung pertahanan udara Asia Timur di masa depan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ajak Jerman Investasi Kendaraan Listrik hingga Industri Semikonduktor di RI

57 tahun lalu

Karina dan Winter Aespa Terbang Langsung ke Meksiko, Dukung Korsel di Piala Dunia 2026!

57 tahun lalu

4 Kali Kalah Pilpres, Prabowo Ungkap Alasan Tetap Ingin Jadi Presiden: RI Menuju Arah yang Salah

57 tahun lalu

Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal