"Hubungan AS-India saat ini merupakan hasil dari upaya berdedikasi selama puluhan tahun. Fakta bahwa kerja sama pertahanan tetap menjadi prioritas utama dalam hubungan bilateral merupakan tujuan keamanan bersama kami," kata CEO General Atomics, Vivek Lall, dikutip dari Bloomberg, Kamis (11/3/2021).
Juru Bicara Kementerian Pertahanan India serta pejabat Departemen Pertahanan AS enggan memberikan komentar soal pembelian drone tersebut.
Drone MQ-9B dapat terbang sekitar 48 jam dan membawa muatan sekitar 1.700 kilogram. Dengan kemampuan ini, India bisa memantau pergerakan kapal perang China di Samudera Hindia.
Di samping itu India akan melengkapi tentara untuk menyerang target di sepanjang perbatasan dengan Pakistan yang disengketakan.