Imigran Afghan Pelaku Penembakan Tentara Garda Nasional AS Mantan Pekerja CIA, Apa Motifnya? 

Anton Suhartono
Penembakan dua tentara Garda Nasional di dekat Gedung Putih mengguncang AS (Foto: AP)

Hingga kini motif Rahmanullah masih gelap. 

“Siapa yang tahu apa motifnya, tapi apa yang dia lakukan sungguh mengerikan,” kata Presiden Donald Trump, dalam percakapan telepon Thanksgiving dengan personel militer, Jumat (28/11/2025).

Trump bahkan menyebut insiden tersebut sebagai ancaman terorisme.

Celakanya Pemeriksaan Latar Belakang?

Rahmanullah pindah ke AS pada September 2021, tahun penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Stasiun televisi NBC melaporkan, dia baru menerima status suaka pada awal 2025. 

Fakta ini mendorong banyak pihak mempertanyakan bagaimana pemeriksaan latar belakang (vetting) dilakukan, terutama bagi mereka yang pernah bekerja untuk lembaga sensitif seperti CIA.

Apakah ada tanda-tanda bahaya yang terlewat? Ataukah dia membawa trauma pascaperang yang tidak pernah ditangani?

Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan pelaku akan dituntut hukuman mati jika dakwaan pembunuhan terbukti. Saat ini Rahmanullah menghadapi tiga tuduhan penyerangan setelah menyerang korban dengan revolver Smith & Wesson.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal