Ikuti AS, Bahrain Akui Produk dari Tepi Barat Palestina sebagai 'Made in Israel'

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi produk 'made in Israel'. (Foto: Ist.)

Wasel pun mendesak negara-negara Arab untuk tidak mengimpor produk dari dalam Israel, untuk mencegah barang-barang tersebut merambah pasar Arab untuk memperkuat ekonomi zionis.

Penduduk Palestina yang tidak memiliki kewarganegaraan memiliki impian untuk menciptakan negara merdeka sendiri di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Akan tetapi, masalah pemukiman Yahudi di tanah yang direbut oleh Israel dalam Perang Timur Tengah 1967 telah lama menjadi batu sandungan dalam proses perdamaian yang sekarang buntu.

Sebelumnya, Amerika Serikat juga memutuskan bakal melabeli setiap produk yang diekspor dari permukiman Yahudi di Tepi Barat sebagai buatan Israel alias “made in Israel”. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, di tengah kunjungannya ke Yerusalem, 19 November lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Hamas Tak Akan Serahkan Senjata ke Israel dan AS

57 tahun lalu

Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal