Di keterangan postingan, Zaskia mengatakan bahwa pihak kepolisian Mesir menilai semua peserta long march di agenda Global March to Gaza dianggap ilegal dan polisi berhak menangkap para peserta.
"Situasi kami sulit, seolah terkunci untuk bergerak, karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi, bahkan mobil tahanan siap di depan bus. Itu khusus disiapkan untuk kami ber-10," ungkap Zaskia.
Sebelumnya, beredar foto di X memperlihatkan paspor WNI ada di atas tumpukan paspor lainnya. Foto tersebut diduga diambil di kantor polisi di Kairo, Mesir.
Salah satu akun X yang mengunggah foto viral itu adalah akun @AzatAlsalim. Di keterangan foto, dia menulis, "Orang Mesir terus memukuli dan mencabut paspor aktivis ketika mereka mencoba berbaris ke Gaza."
Diduga kuat, paspor Indonesia yang ada di foto viral itu adalah milik Hemy Sution. Kini, Hemy sudah kembali ke rombongan Indonesia. Zaskia dan WNI lainnya yang terbang ke Mesir terus meminta doa dan dukungan agar tujuan mereka mendukung warga Palestina bisa lancar dan pulang ke Indonesia dalam kondisi baik-baik saja.