Ibu-Ibu Terpaksa Melahirkan di Jalanan, Gaza Hadapi Situasi Kemanusiaan Terburuk

Anton Suhartono
Badan PBB melaporkan seorang perempuan asal Kota Gaza melahirkan di jalanan saat mengungsi dari serangan Israel (Foto: AP)

NEW YORK, iNews.id - Situasi Gaza memasuki babak paling kelam. Badan PBB melaporkan seorang perempuan asal Kota Gaza terpaksa melahirkan di jalanan saat mengungsi dari serangan Israel. Tanpa rumah sakit, tanpa dokter, bahkan tanpa air bersih, jalanan kini menjadi ruang bersalin darurat bagi para ibu Gaza.

“Serangan Israel di Gaza memaksa perempuan melahirkan di jalanan, tanpa fasilitas kesehatan apa pun,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers Dana Kependudukan PBB (UNFPA), dikutip Anadolu.

UNFPA mencatat sekitar 23.000 perempuan Gaza hidup tanpa akses perawatan medis. Akibat hancurnya layanan kesehatan, sekitar 15 bayi setiap pekan lahir tanpa pendampingan tenaga medis.

Krisis ini makin parah setelah 80 titik layanan kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit bersalin, terdampak serangan Israel. Dari jumlah itu, 65 fasilitas tak lagi berfungsi, meninggalkan ribuan ibu dan bayi dalam kondisi rentan.

Dujarric menegaskan, memaksa warga Gaza mengungsi tidak berarti Israel bebas dari kewajiban melindungi sipil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Dubes Iran Tegaskan Sikap soal Gaza usai Kesepakatan Damai dengan AS

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal