Hubungan China dan Australia Makin Panas karena Unggahan Gambar di Twitter

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison (kiri), dan Jubir Kemlu China, Zhao Lijian (kanan). (Foto: AFP)

Yang terbaru, China pada Jumat (27/11/2020) lalu mengumumkan akan memberlakukan tarif antidumping sementara hingga 212,1 persen untuk produk anggur yang diimpor dari Australia. Langkah tersebut menuai protes dari Australia—yang menilai sanksi itu tidak dapat dibenarkan dan dikaitkan dengan masalah hubungan diplomatik.

Australia mengklaim bakal memecat 13 tentara pasukan khusus mereka sehubungan dengan laporan independen tentang dugaan pembantaian puluhan warga sipil di Afghanistan.

Dalam unggahannya di Twitter, Zhao Lijian menulis kecamannya atas tindakan biadab tentara Australia di Afghanistan. “Terkejut dengan pembunuhan warga sipil & tahanan Afghanistan oleh tentara Australia. Kami mengutuk keras tindakan seperti itu, & menyerukan agar mereka bertanggung jawab,” cuit politikus Beijing itu.

Morrison mengatakan, Australia telah berupaya menggelar proses yang “transparan dan jujur” untuk menyelidiki tuduhan terhadap para tentara yang terlibat dalam pembantaian di Afghanistan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bos Kartel Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Ternyata Anggota Geng Motor Hells Angels

57 tahun lalu

Dramatis! Detik-Detik Penangkapan Anggota Kartel Narkoba asal Australia di Bali

57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal