Sejak itu, Houthi pun menganggap semua kepentingan Amerika dan Inggris di Laut Merah sebagai target yang sah juga untuk mereka serang.
Washington DC juga berusaha memberikan tekanan diplomatik dan finansial terhadap Houthi, dengan menetapkan kembali mereka sebagai entitas “teroris” setelah melepaskan label tersebut tak lama setelah Joe Biden menjabat presiden AS.
Senin kemarin, Houthi menegaskan kembali bahwa mereka akan menanggapi setiap serangan di Yaman. Mereka juga tak akan berhenti untuk mencegah kapal-kapal Israel melintasi Laut Merah dan Teluk Aden hingga perang di wilayah Palestina berakhir.
Yaman hanyalah salah satu bagian dari krisis yang berkembang di Timur Tengah di saat berkecamuknya perang Israel-Palestina. Pemboman tanpa henti dan serangan darat zionis di Gaza telah menewaskan lebih dari 25.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.