Houthi Klaim Serang Kapal Kargo Militer AS di Teluk Aden, Amerika Membantah

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saria. (Foto: Mehr)

Sejak itu, Houthi pun menganggap semua kepentingan Amerika dan Inggris di Laut Merah sebagai target yang sah juga untuk mereka serang. 

Washington DC juga berusaha memberikan tekanan diplomatik dan finansial terhadap Houthi, dengan menetapkan kembali mereka sebagai entitas “teroris” setelah melepaskan label tersebut tak lama setelah Joe Biden menjabat presiden AS.

Senin kemarin, Houthi menegaskan kembali bahwa mereka akan menanggapi setiap serangan di Yaman. Mereka juga tak akan berhenti untuk mencegah kapal-kapal Israel melintasi Laut Merah dan Teluk Aden hingga perang di wilayah Palestina berakhir. 

Yaman hanyalah salah satu bagian dari krisis yang berkembang di Timur Tengah di saat berkecamuknya perang Israel-Palestina. Pemboman tanpa henti dan serangan darat zionis di Gaza telah menewaskan lebih dari 25.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

57 tahun lalu

AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal